Polrestabes Surabaya Tangkap 83 Pengedar, Selamatkan 400 Ribu Jiwa dari Bahaya Narkoba

JAKARTA – Selama 12 hari pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2024, sejumlah kasus narkotika di Surabaya berhasil diungkap. Dari 59 kasus peredaran narkotika yang terungkap di Kota Pahlawan, ada 83 tersangka yang diamankan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Luthfie Sulistiawan, menyebutkan bahwa dari total tersebut, 36 kasus diungkap oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, sementara 23 kasus lainnya diungkap oleh jajaran Polsek se-Surabaya.
Luthfie mengatakan dari puluhan pengedar yang terjaring operasi tersebut pihaknya mengamankan barang bukti seberat total 16,8 kilogram narkoba jenis sabu-sabu, 3,7 kilogram ganja, 915,5 butir ekstasi, 2,58 gram serbuk ekstasi dan 148.920 butir pil koplo.
“Jumlah barang bukti keseluruhan di antaranya 16.819,96 gram sabu,3.796,12 gram ganja, 915,5 butir ekstasi, 2,58 gram serbuk ekstasi, hingga 148.920 butir pil koplo kami amankan sebagai barang bukti,” kata Luthfie
Khusus untuk narkoba jenis sabu disita dari pelaku jaringan Sumatera – Jawa. Merka masuk ke Surabaya melalui jalur darat menggunakan ranjau.
Model transaksi narkoba dengan metode “diranjau” dilakukan dengan meletakkan narkoba di lokasi tertentu secara acak. Disebut “diranjau” karena transaksi ini dilakukan tanpa tatap muka dengan pembeli, sehingga dianggap lebih aman bagi pengedar.
Selain itu, menurut Kapolrestabes Surabaya, selama pelaksanaan Operasi yang berjalan dari 11 hingga 22 September 2024, pihaknya telah menyelamatkan kurang lebih 400 ribu jiwa dengan nilai ekonomis barang bukti mencapai Rp 35 Miliar.
“Hasil itu didapat dari perhitungan satu gram sabu dan satu gram ganja dapat dikonsumsi oleh kurang lebih 10 orang,” ucapnya.
Kombes Pol Luthfie juga mengatakan pihaknya akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan warga Surabaya dari ancaman atau bahaya narkoba.
“Mari kita bersama-sama, karena tanpa kebersamaan tentu pemberantasan tidak akan efektif. Tapi dengan kebersamaan pasti akan kita lakukan tahapan-tahapan, mulai dari frekuensinya diperkuat. Mudah-mudahan peredaran narkoba bisa diminimalkan,” ujarnya. (yk/dbs)



